Minggu, 24 Oktober 2010

bab 5

www.gunadarma.ac.id

DISAIN DAN PERILAKU ORGANISASI
PENGERTIAN ORGANISASI
            Menurut Boone dan Kurtz, organisasi didefinisikan sebagai berikut : Organisasi adalah suatu proses tersusun yang orang – orangnya berinteraksi untuk mencapai tujuan. Manajer harus menyusun suatu organisasi formal yang orang – orangnya serta sumber – sumberfisiknya dipersiapkan dengan baik untuk melaksanakan rencana dan mencapai tujuan keseluruhan. Definisi organisasi mencakup tiga elemen pokok, yaitu : 1. Interaksi manusia, 2. Kegiatan mengarah pada tujuan 3. Struktur.
ORGANISASI FORMAL DAN INFORMAL
1.      Organisasi formal
Organisasi formal merupakan sistem tugas, hubungan wewenang, tanggung jawab, dan pertanggung jawaban yang dirancang oleh manajemen agar pekerjaan dapat dilakukan. Struktur formal ini dapat di buat untuk meliput pekerjaan yang harus dilakukan dan memberikan suatu kerangka bagi perilaku pekerjaan. Organisasi formal menawarkan bidang – bidang tetap (relatif) yang masing – masing orang bekerja pada bidang tanggung jawabnya sendiri. Beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam penyusunan struktur organisasiformal adalah (1)  wewenang, (2) tanggung jawab, (3) pertanggungjawaban, (4) delegasi, dan (5) koordinasi.
2.      Organisasi informal
Organisasi informal selalu ada dalam setiap organisasi keberadaannya tidak direncanakan, terdiri atas dasar keakraban dan hubungan – hubungan baik menyangkut bidang pekerjaan maupun tidak.
Organisasi informal adalah suatu jaringan hubungan pribadi dan sosial yang mungkin tidak dilakukan atas dasar hubungan wewenang  informal . Organisasi informal terjadi dalam semua perusahaan karena adanya interaksi manusia,dan orang akan selalu berinteraksi serta membentuk keakraban. Komunikasi yang terjadi dalam organisasi informal berjalan dengan cepat dari mulut ke mulut. Sistem komunikasi ini disebut tanaman rambat. Informasi yang disampaikan dapat berlebihan, kurang tepat, kurang percaya, atau dapat juga terpercaya. Sebuah contoh organisasi informal dalam suatu kelompok kerja terdapat tiga katagori karyawan yaitu :
·         Anggota – anggota kelompok dalam ( inner group )
·         Anggota – anggota kelompok pinggir ( fringe group )
·         Anggota – anggota kelompok luar ( out group )

Organisasi informal tidak selalu menyebabkan jeleknya pelaksanann kerja. Kadang – kadang organisasi informal  justru merupakan cara terbaik untuk memberi informasi yang dibuthkan bagi pelaksanann tugas.

3.      Sentralisasi vs Desentralisasi
1.      Organisasi yang disentralisasi
Sebuah perusahaan yang mengambil kebijakan menempatkan wewenang pengambilan keputusan utama dan pengendali ditangan beberapa eksekutif puncak disebut organisasi manajemen yang disentralisasi. Jadi, organisasi manajemen yang disentralisasikan merupakan sebuah sitem wewenang serta pengendaliannya dipegang disuatu pusat, biasanya eksekutif puncak.
2.      Organisasi yang desentralisir
Banyak perusahaan besar telah menggunakan desentralisir wewenang manajemen. Manajemen yang desentralisir merupakan suatu usaha sistematis untuk mendelegasikan kepada jenjang bawah semua wewenang kecuali yang harus dilaksanakan pada jenjang tertinggi. Desentralisir diterapkan dengan alasan yang berbeda. Beberapa perusahaan mendesentrasir pengambilan keputusan karena mengetahui bahwa kondisi dari pabrik ke pabrik berbeda. Dalam desentralisir, para manajer jenjang lebih bawah mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya.

STRUKTUR ORGANISASI DAN PENYUSUNANYA

            Struktur organisasi yang ditentukan dengan baik juga harus mendukung moral karyawan. Karyawan yang mengetahui tentang apa yang diharapkan dari pekerjaan, siapa atasannya, dan bagaimana pekerjaan itu cocok dengan struktur organisasi keseluruhan, semuanya diarahkan untuk membentuk angkatan kerja yang loyal dan harmonis.

1.      Pembentukan struktur organisasi
Struktur organisasi formal didasarkan pada anlisa dari tiga elemen kunci setiap organisasi, yaitu :
·         Interaksi kemanusiaan
·         Kegiatan yang terarah ke tujuan
·         Struktur

Manajemen harus mengkoordinir kegiatan – kegiatan karyawan untuk mencapai tujuan organisasi. Tujuan perusahaan sering bersifat luas dan tidak memberikan ciri kegiatan secara individual. Akibatnya, tujuan – tujuan itu harus dipecah kedalam tujuan – tujuan khusus untuk setiap karyawan dalam perusahaan.

2.      Hierarki tujuan
Hierarki tujuan organisasi berlingkup dari tujuan perusahaan keseluruhan sampai tujuan – tujuan khusus yang ditetapkan untuk masing – masing karyawan.tujuan – tujuan yang lebih luas yang menyangkut kemampulabaan, penjualan, pangsa pasar, dan jasa dipecah kedalam tujuan – tujuan untuk masing – masing devisi, masing – masing pabrik, masing – masing departemen, dan masing – masing karyawan individual.

3.      Bentuk – bentuk struktur organisasi
Dalam suatu organisasi dengan segala aktivitasnya, terdapat hubungan diantara orang – orang yang menjalankan aktivitas tersebut. Untuk itu harus dibuat suatu bagan yang menggambarkan tentang hubungan tersebut termasuk hubungan antara masing – masing kegiatan atau fungsi. Bagan yang dimaksud dinamakan bagan organisasi atau struktur organisasi. Yang menjadi dasar dalam organisasi ini adalah pembagian kekuasaan (authority) dan tanggung jawab (responsibility).
 Ada empat macam struktur organisasi yaitu : organisasi garis (line organization), organisasi garis dan staf (line and staf organization), organisasi fungsional (functional organization), komite (committee) dan organisasi matrik.
4.      Organisasi garis
a)      Kebaikan organisasi garis
·      Adanya kesatuan dalam pimpinan dan perintah.
·      Pimpinan dapat lebih cepat dalam mengambil keputusan, sebab tidak perlu membicarakannya dengan orang lain.
·      Pimpinan dapat lebih cepat dalam memberikan perintah, sebab perintah tersebut dapat diberikan langsung pada bawahan.
·      Menghemat biaya,
b)      Keburukan organisasi garis
·      Sering terdapat birokrasi yang menghambat jalanya perusahaan.
·      Tidak adanya spesialisasi menyebabkan tugas yang berat bagi para petugas sehingga kurang efisien.
·      Kurangnya  kerja sama diantara masing – masing bagian.
5.      Organisasi garis dan staf
a)      Kebaikan organisasi garis dan staf
·      Pimpinan lebih leluasa dalam memberikan saran terhadap tugas khusus diluar bagiannya.
·      Staf dapat membantu untuk mengatasi berbagai persoalan sehingga akan memperingan pekerjaan dan meningkatkan efisien kerja.
·      Staf dapat mendidik para petugas.
·      Adanya kesatuan dalam pimpinan sehingga menciptakan aliran kekuasaan dengan jelas.
b)        Keburukan organisasi garis dan staf
·      Kadang – kadang staf tidak lagi memberi saran tetapi perintah, sehingga dapat menimbulkan pertentangan dengan manajer pada bagian yang bersangkutan.
·      Dapat menimbulkan anggapan pada petugas untuk lebih percaya kepada staf dari pada atasannya.
·      Staf dapat ikut disalahkan apabila saran yang diberikan tidak memperoleh hasil.
6.      Organisasi fungsional
a)        Kebaikan organisasi fungsional
·      Masing – masing fungsi dipegang oleh orang yang ahli dalam bidangnya, sehingga terdapat keserasian antara tugas dan keahliannya.
·      Tugas para manajer menjadi lebih ringan dengan adanya pembagian fungsi.
b)        Keburukan organisasi fungsional
·      Membingungkan para pekerja karena tidak ada kesatuan dalam pimpinan dan perintah.
·      Tidak ada hubungan garis secara langsung dengan atasan.
·      Kesulitan – kesulitan yang timbul tidak dapat secara cepat diatasi.
·      Kurangnya koordinasi sering menimbulkan perselisihan antara para manajer.
7.      Organisasi komite
Untuk membentuk komite haruslah memperhatikan syarat – syarat berikut ini :
a)        Suasananya santai dan bersifat informal.
b)        Semua anggota komite ikut ambil bagian dalam membicarakan tugas – tugasnya.
c)        Komite mengetahui tentang tugas – tugas yang dibebankan kepadanya.
d)       Masing – masing anggota komite bersedia mendengarkan pendapat anggota yang lainnya.
e)        Keputusan diambil secara konsensus.
f)         Masing – masing anggota bebas mengemukakan pendapat.
g)        Ketua komite tidak mempunyai kekuasaan atas yang lain.

a)      Kebaikan komite
·      Merupakan sebuah forum untuk saling betukar pendapat diantara beberapa anggota
·      Keputusan ditentukan bersama – sama sehingga dapat memberikan hasil yang lebih baik.
·      Menciptakaan koordinasi yang lebih baik.
·      Meningkatkan pengawasan karena macam – macam komite tersebut dapat berhubungan langsung dengan para pelaksana.
b)      Keburukan komite
·      Kesulitan dalam mempersiapkan pertemuan karena masing – masing anggota sibuk dengan pekerjaanya.
·      Keharusan untuk berkompromi.
·      Sering terjadi kesimpang siuran dalam organisasi.
8.      Organisasi matrik
a)      Kebaikan organisasi matrik
·      Luwes
·      Memberikan metode untuk memusatkan perhatian perhatian pada masalah – masalah utama yang spesifik atau persoalan – persoalan teknis yang unik.
·      Memberikan alat inovasi tanpa menggangu struktur organisasi yang ada.
b)      Keburukan organisasi matrik
·      Beberapa masalah dapat munculkan karena pendekatan ini melanggar prinsip kesatuan perintah yang tradisional.
·      Manajer proyek dapat menjumpai kesulitan dalam mengembangkan tim terpadu dari orang – orang yang berasal dari bagian – bagian yang berbeda.
·      Konflik dapat muncul antara manajer proyek dengan manajer – manajer bagian lain.
PERILAKU KEORGANISASIAN
1.      Kelompok kerja
Dalam organisasi bisnis, kelompok kerja itu merupakan sekumpulan karyawan yang secara bersama – sama mempunyai pekerjaan serupa (umum) dan melihat diri mereka sebagai satu kelompok.
2.      Motivasi
Setiap orang pasti mempunyai motivasi sebagai alasan mengapa mereka berperilaku tertentu. Dengan kata lain, motivasi merupakan motif interen yang menyebabkan orang berperilaku seperti yang mereka lakukan. Setiap orang memiliki motif yang berbeda untuk mengerjakan sesuatu yang sama. Karyawan dapat dimotivasi untuk bergabung dalam sebuah kelompok kerja jika mereka merasa bahwa kebutuhan pribadinya dapat lebih terpenuhi dengan cara seperti itu.
Teori motivasi dari maslow menekankan dua ide dasar yaitu :
1.      Orang mempunyai banyak kebutuhan, tetapi hanya kebutuhan – kebutuhan yang belum terpenuhi saja yang dapat mempengaruhi perilaku manusia.
2.      Kebutuhan manusia dikelompokkan dalam sebuah hierarki kepentingan. Jika satu kebutuhan terpenuhi, kebutuhan lain yang tingkatannya lebih tinggi akan muncul dan memerlukan pemuasan

Sabtu, 16 Oktober 2010

Bab 4 Manajemen Umum

Ø  PENGERTIAN MANAJEMEN

v  Arti dan Fungsi Manajemen
Manajemen menurut Profesor Oei Liang Lee adalah ilmu dan seni merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan, mengkoordinasi serta mengawasi tenaga manusia dengan bantuan alat-alat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dari definisi tentang manajemen tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa manajemenn mempunyai lima fungsi, yaitu :
-          Perencanaan
-          Pengorganisasian
-          Pengarahan
-          Pengkoordinasian
-          Pengawasan

v  Jenjang Manajemen
Perusahaan-perusahaan besar biasanya mempunyai paling sedikit tiga jenjang manajemen. Ketiga jenjang tersebut adalah manajemen puncak atau manajemen eksekutif, manajemen madya atau manajemen administratif, dan manajemen operasional atau manajemen supervisori.

Ø  LATAR BELAKANG SEJARAH MANAJEMEN
v  Gerakan Manajemen Ilmiah
Sekarang kita lihat latar belakang sejarah manajemen yang perkembangannya berawal dari Eropa meskipun secara riil manajemen itu sudah ada sebelumnya di Eropa maupun di benua-benua lain. Sejak pemunculan bukunya tahun 1911, Taylor dikenal sebagai bapak dari gerakan manajemen ilmiah. Buku yangg diterbitkannya berjudul “The Principles of Scientific Management”. Dalam bukunya, Taylor mengemukakan beberapa priinsip manajemen ilmiah untuk melakukan pekerjaan dengan efisien. Prinsip-prinsip tersebut adalah
-          Prinsip 1          : semua pekerjaan dapat diobservasi dan dianalisis guna menentukan satu cara terbaik untuk menyelesaikan
-          Prinsip 2          : orang yang tepat untuk memangku jabatan dapat dipilih dan dilatih secara ilmiah
-          Prinsip 3          : kita dapat menjamin bahwa cara terbaik tersebut diikuti dengan menggaji pemegang jabatan dengan dasar insentif, yaitu menyamakan gaji dengan hasil kerjanya
-          Prinsip 4          : menempatkan menejer dalam perencanaan, persiapan, dan pemeriksaan pekerjaan

Ø  SEKOLAH-SEKOLAH TENTANG PEMIKIRAN MANAJEMEN
Sebagai akibat dari semakin besarnyya minat dalam pendidikan manajemen, sejumlah pendekatan teoritis untuk mempelajari manajemen telah bermunculan. Teori-teori seperti itu pada pokoknya berasal dari para manajer dan pengajar yang ingin menemukan lebih banyak tentang apa yang perlu diajarkan kepada calon-calon manajer. Ada banyak sekolah manajemen tapi ke lima diantaranya adalah sekolah klasik, sekolah perilaku, sekolah ilmu manajemen, analisis sistem, dan manajemen berdasarkan hasil.
Ø  PERENCANAAN
Perencanaan merupakan fungsi terpenting di antara semua fungsi-fungsi manajemen yang ada. Dalam sebuah kegiatan yang bersifat manajerial untuk mendukung usaha-usaha pencapaian tujuan, fungsi perencanaan haruslah dilakukan terlebih dahulu daripada fungsi-fungsi pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian, dan pengawasan. Ini merupakan salah satu sifat utama dari fungsi perencanaan. Adapun sifat-sifat yang lain dari fungsi perencanaan adalah sumbangan terhadap tujuan serta efisinesi dari rencana itu sendiri.

v  Bentuk-bentuk Perencanaan
Seperti telah diuraikan di muka, bahwa perencanaan ditetapkan sekarang dan dilaksanakan serta digunakan untuk waktu yang akan datang. Dengan mendasarkan diri kepada pengertian ini, maka perencanaan memiliki bentuk-bentuk seperti tujuan (objective), kebijakan (policy), strategi, prosedur, aturan (rule) dan program.

v  Kegunaan Perencanaan
-          Mengurangi ketidakpastian serta perubahan pada waktu mendatang
-          Mengarahkan perhatian pada tujuan
-          Memperingan biaya
-          Merupakan sarana untuk mengadakan pengawasan

v  C.     Langkah-langkah Penyusun Perencanaan
-          Menetapkan tujuan
-          Menyusun anggapan-anggapan (premising)
-          Menentukan berbagai alternatif tindakan
-          Mengadakan pernilaian terhadap alternatif-alternatif tindakan yang sudah dipilih
-          Mengambil keputusan
-          Menyusun rencana pendukung

v  D.    Perencanaan Merupakan Proses Pendekatan yang Rasional
Dengan berbagai macam langkah yang telah dilakukan untuk menyusun suatu perencanaan, dapatlah dikatakan bahwa perencanaan merupakan suatu proses pendekatan yang rasional untuk waktu yang akan datang.

v  Jangka Waktu Perencanaan
Menurut jangka waktunya, perencanaan dapat dikelompokkan menjadi tiga golongan, yakni perencanaan jangka panjang, perencanaan jangka menengah, dan perencanaan jangka pendek.

v  Faktor-faktor yang Membatasi Perencanaan
-          Sulitnya mencari anggapan secara teliti
-          Perubahan yang sangat cepat
-          Kekakuan internal
-          Kekakuan eksternal
-          Waktu dan biaya





v  Pengambilan Keputusan
-          Syarat pengambilan keputusan :
·           Harus berusaha untuk dapat mencapai suatu tujuan yang tidak terpenuhi tanpa melalui tindakan yang positif
·           Harus dapat mengetahui dengan jelas tentang tujuan-tujuan manakah yang dapat dicapai beserta segala kekurangannya
·           Harus mempunyai kemampuan untuk mengadakan analisis dan pernilaian berbagai alternatif sesuai dengan tuntutan-tuntutan untuk mencapai tujuan
·           Harus bersikap optimis dan mempunyai kemauan yang kuat untuk memilih alternatif yang paling baik
-          Alat Pengambil keputusan
Untuk mengambil keputusan yang rasional perlu digunakan alat-alat seperti operation research, teori probabilitas, dan linear programming. Selain ketiga macam alat pengambil keputusan di atas, masih terdapat beberapa teknik yang dipakai untuk memperbaiki kualitas pengambilan keputusan pada keadaaan yang sifatnya tidak pasti, tetapi masih berada di dalam batas-batas kewajaran. Alat-alat tersebut adalah analisa risiko dan pohon keputusan (decision tree).
Ø  PENGORGANISASIAN

v  Pengertian
Setiap organisasi memiliki tiga komponen pokok, yaitu personalia, fungsi dan faktor-faktor fisik, yang kesemuanya ini merupakan sarana untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Jadi komponen-komponen tersebut mencerminkan adanya tugas-tugas yang harus dilakukan, manusia yang melaksanakan tugas, dan adanya peralatan-peralatan yang dapat digunakan untuk melaksanakan tugas-tugas tersebut. Dengan demikian fungsi pengorganisasian dapat dikatakan sebagai proses menciptakan hubungan antara berbagai fungsi, personalia dan faktor-faktor fisik agar semua pekerjaan yang dilakukan dapat bermanfaat serta terarah pada suatu tujuan. Hubungan-hubungan yang timbul di dalam organisasi dapat berbentuk :
-          Hubungan Informal, lebih banyak menyangkut hubungan manusiawi
-          Hubungan Formal, merupakan bentuk hubungan yang dilakukan dengan sengaja. Tiga hubungan dasar pada hubungan formal adalah tanggung jawab, wewenang, dan pertanggung-jawaban.

v  Pola Hubungan antar Komponen Organisasi
Penentuan tugas-tugas yang hendak dijalankan haruslah didasarkan pada suatu tujuan. Jika tidak terdapat pembagian tanggung jawab secara jelas, maka tugas-tugas/fungsi sulit untuk dilaksanakan atau dapat pula terjadi adanyakesimpang-siuran dalam pelaksanaan. Sedangkan tanggung jawab itu sendiri tidak dapat dibebankan kepada masing-masing pelaksana bilamana tidak disertai adanya hak-hak untuk melaksanakan (berupa wewenang). Untuk mengetahui tentang seberapa jauh seseorang telah mencapai hasil yang diharapkan, maka setelah dibebani dengan suatu tanggung jawab dan diberi wewenang, ia diminta untuk memberikan pertanggungjawaban ke arah tujuan yang telah ditetapkan. Jadi, antara tujuan, fungsi, tanggung jawab, wewenang serta pertanggung-jawaban mempunyai hubungan yang erat, dan berkaitan satu dengan yang lain.

v  Rentangan Kekuasaan
Munculnya rentangan kekuasaan ini disebabkan oleh adanya keterbatasan pada kemampuan seseorang. Keefektifan dan efisiensi seorang pimpinan dalam mengatur bawahan banyak dipengaruhi oleh jumlah bawahan itu sendiri. Selain jumlah bawahan ada faktor lain juga yang mempengaruhi seperti frekuensi hubungan antara pimpinan dengan bawahan. Banyak sedikitnya frekuensi hubungan antara pimpinan dengan bawahan dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain latihan dari bawahan, pendelegasian wewenang, perencanaan, dan teknik komunikasi.

v  Dasar-dasar Penggolongan Bagian Di Dalam Organisasi
Terbatasnya kemampuan seseorang akan membatasi pula jumlah bawahan atau bagian-bagian yang dipimpinnnya. Hal ini akan berpengaruh pula pada ruang lingkup organisasi. Namun demikian kesempatan untuk berkembang bagi suatu organisasi tetap ada, yaitu dengan mengadakan pengelompokkan kegiatan atau aktivitas serta tenaga kerja ke dalam bagian-bagian. Jadi, pembagian kerja dan spesialisasi kegiatan perlu dilakukan. Pengelompokkan menjadi bagian-bagian di dalam sebuah organisasi dapat didasarkan pada beberapa faktor berikut ini :
-          Didasarkan pada suatu angka
-          Didasarkan pada waktu
-          Didasarkan pada fungsi perusahaan
-          Didasarkan pada luas daerah operasi
-          Didasarkan pada jenis barang yang dihasilkan
-          Didasarkan pada jenis langganan

v  Karakteristik Struktur Organisasi
Bentuk-bentuk struktur organisasi seperti garis, garis dan staf, fungsional serta komite mempunyai ciri-ciri yang berbeda. Namun demikian setiap bentuk struktur organisasi yang baik harus memiliki dua karakteristik dasar yaitu keseimbangan dalam organisasi dan fleksibel.

Ø  PENGARAHAN

v  Prinsip-prinsip Pengarahan
Pengarahan merupakan aspek hubungan manusiawi dalam kepemimpinan yang mengikat para bawahan untuk bersedia mengerti dan menyumbangkan tenaganya secara efektif serta efisien untuk mecapai tujuan. Di dalam manajemen, pengarahan ini bersifat sangat kompleks karena di samping menyangkut manusia, juga menyangkut berbagai tingkah laku dari manusia-manusia itu sendiri. Oleh karena itu, pengarahan yang dilakukan oleh pimpinan harus berpegang pada beberapa prinsip, yaitu prinsip mengarah kepada Tuhan, prinsip keharmonisan dengan Tuhan, dan prinsip kesatuan komando.

v  Cara-cara Pengarahan
Pada umumnya, pimpinan menginginkan pengarahan kepada bawahan dengan maksud agar mereka bersedia untuk bekerja sebaik mungkin, dan diharapkan tidak menyimpang dari prinsip-prinsip di muka. Adapun cara-cara pengarahan yang dilakukan dapat berupa orientasi, perintah, dan delegasi wewenang.

v  Komunikasi
Ada beberapa definisi-definisi tentang komunikasi, seperti berikut ini :
-          Di dalam komunikasi tedapat hubungan antara orang dengan orang-orang dengan lembaga dan sebaliknya
-          Hubungan yang timbul di dalam komunikasi itu digunakan untuk menyalurkan gagasan, pendapat atau informasi
-          Komunikasi berguna untuk menciptakan hubungan yang serasi dan menciptakan saling pengertian
-          Untuk mengadakan komunikasi, dapat digunakan kata-kata, surat, kode atau simbol
Untuk mengadakan komunikasi dapat digunakan sarana-sarana seperti telepon, telegram, telex, radio, televisi, surat kabar, majalah dan sejenisnya; atau dapat pula dengan memakai merk, label, katalog dan sebagainya. Dengan menggunakan sarana-sarana seperti ini diharapkan komunikasi dapat lebih efektif dan efisien. Untuk maksud-maksud tersebut perlu memperhatikan beberapa prinsip seperti komunikasi harus jelas, prinsip integritas, dan prinsip penggunaan organisasi informal.

v  Motivasi
Biassanya, keberhasilan yang dapat dicapai akan semakin besar jjika para manajer mampu memberi dorongan (motivasi) karyawannya meskipun perencanaan dan organisasitidak begitu sempurna. Motivasi mempunyai dua macam bentuk, yaitu motivasi positif dan motivasi negatif

Ø  PENGKOORDINASIAN
Adanya berbagai pendapat yang berbeda di antara masing-masing individu dalam organisasi akan mempengaruhi keputusan yang diambil. Pendapat-pendapat tersebut perlu diselaraskan dengan mengadakan koordinasi agar terdapat suatu keadaan yang harmonis sehingga tujuan organisasi dapat tercapai.

v  Prinsip-prinsip Organisasi
-          Prinsip kontak langsung
-          Prinsip penekanan pada pentingnya koordinasi
-          Hubungan timbal balik di antara faktor-faktor yang ada

v  Pelaksanaan Fungsi Koordinasi
Fungsi-fungsi perencanaan, pengorganisasian, dan pengarahan harus didukung dengan fungsi pengkoordinasian dan pengawasan agar tujuan organisasi dapat tercapai. Semua fungsi ini merupakan tanggung jawab dari manajer. Untuk melaksanakan fungsi koordinasi, manajer dapat menempuh dua cara, yaitu :
-          Menjamin bahwa kondisi lingkungan dapat membantu untuk memberikan fasilitas bagi terlaksananya koordinasi
-          Memastikan apakah masing-masing individu sudah mengetahui prinsip-prinsip koordinasi

Ø  PENGAWASAN

v  Pengertian
Pengawasan merupakan fungsi terakhir yang harus dilaksanakan dalam manajemen. Cara yang dilakukan dalam pengawasan yaitu membandingkan segala sesuatu yang telah dijalankan dengan standard atau rencananya, serta melakukan perbaikan-perbaikan bilamana terjadi penyimpangan. Jadi, dengan pengawasan dapat mengukur seberapa jauh hasil yang telah dicapai sesuai dengan apa yang telah direncanakan.

v  Langkah-langkah Pengawasan
-          Menciptakan standard
-          Membandingkan kegiatan yang dilakukan dengan standard
-          Melakukan tindakan koreksi

v  Syarat-syarat Pengawasan yang Baik
-          Pengawasan harus mendukung sifat dan kebutuhan kegiatan (aktivasi)
-          Pengawasan harus melaporkan setiap penyimpangan yang terjadi dengan segera
-          Pengawasan harus mempunyai pandangan ke depan
-          Pengawasan harus obyektif, teliti dan sesuai dengan standard yang digunakan
-          Pengawasan harus luwes/fleksibel
-          Pengawasan harus serasi dengan pola organisasi
-          Pengawasan harus ekonomis
-          Pengawasan harus mudah dimengerti
-          Pengawasan harus diikuti dengan perbaikan/koreksi