Minggu, 04 Mei 2014

2 Penerapan IFRS Di Indonesia


2.A.   Pembahasan
  1. Apakah perlu Indonesia mengadopsi IAS/IFRS?
Perlu dan harus karena Indonesia adalah bagian dari IFAC yang sudah pasti harus mematuhi SMO(Statement Membership Obligation) yang menjadikan IFRS sebagai accounting standard. Selain itu konvergensi IFRS adalah kesepakatan pemerintah Indonesia sebagai anggota G20 Forum. Pada pertemuan pemimpin G20 di Wahington DC, pada 15 November 2008 didapati hasil : “Strengthening Transparency and Accountability” yang kemudian pada 2 April 2009  di London pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan untuk : Strengthening Financial Supervision and Regulation “to call on the accounting standard setters to work urgently with supervisors and regulators to improve standards on valuation and provisioning and achieve a single set of highquality global accounting standards.

  1. Tujuan diterapkannya IAS/IFRS di Indonesia
Tujuan IFRS adalah memastikan bahwa laporan keuangan dan laporan keuangan interim perusahaan untuk periode-periode yang dimaksud dalam laporan keuangan tahunan, mengandung informasi berkualitas tinggi yang:
1)      Transparan bagi para pengguna dan dapat dibandingkan sepanjang periode yang disajikan.
2)      Menyediakan titik awal yang memadai untuk akuntansi yang berdasarkan pada IFRS.
3)      Dapat dihasilkan dengan biaya yang tidak melebihi manfaat untuk para pengguna.
2.B.  Ruang lingkup
Penerapan adopsi IAS/IFRS dalam PSAK pada bidang usaha dan bisnis di Indonesia khususnya pada Laporan Keuangan yang terdiri dari Neraca, Laporan Laba Rugi, Perubahan Modal, Laba yang ditahan dan Arus Kas telah diterapkan dalam perusahaan TELKOM Indonesia.
PT. Telkom, sebagai BUMN yang tercatat di bursa lokal (BEI) dan bursa luar negeri (NYSE & LSE) telah mencanangkan akan menerapkan International Financial Reporting Standards (IFRS) sebagai standard dalam penyusunan laporan keuangannya mulai tahun 2011. Sebelumnya, Menteri Negara BUMN telah mengirimkan Surat Edaran kepada seluruh Direksi BUMN sehubungan dengan rencana konvergensi IFRS kedalam PSAK oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan , Ikatan Akuntan Indonesia. Rencana ini akan diberlakukan secara bertahap sejak 1 Januari 2010 hingga berlaku sepenuhnya pada tahun 2012. Meneg BUMN telah meminta kepada seluruh BUMN untuk aktif dalam mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan terkait rencana penerapan IFRS tersebut sebaik-baiknya.
Komitmen untuk menerapkan IFRS merupakan keputusan manajemen, bahwa Telkom akan melakukan adopsi lebih awal dari roadmap DSAK IAI atas Standar Pelaporan Keuangan IFRS. Untuk itu sejak tahun 2010 dibentuk tim khusus disebut dengan Gugus Tugas IFRS yang bertanggung jawab mempersiapkan implementasi IFRS mulai dari fase penilaian, desain, implementasi sampai tahap kestabilan yang direncanakan akan tercapai pada tahun 2012.

2.C. Kesimpulan
Penerapan IFRS di Indonesia ternyata sudah banyak dilakukan begitu pula penyajian Laporan Keuangan dalam perusahaan Telkom Indonesia sudah memenuhi standar IFRS.Terlebih komitmen untuk menerapkan adopsi IFRS lebih awal melalui Roadmap DSAK IAI atas Standar Pelaporan Keuangan IFRS membuat PT TELKOM Indonesia juga menerapkan IFRS 13 : Fair Value yang diadopsi dalam PSAK no. 68 dan akan berlaku mulai Januari 2015 nanti.
Demikian review Penerapan IFRS Di Indonesia yang saya buat, semoga dapat bermanfaat.

Perera, H., dan Baydoun, N., 2007, “ Convergence with International Financial Reporting Standards: The Case of Indonesia.” Advances in International Accounting 20:201-224


Tidak ada komentar:

Posting Komentar